Daftar Blog Saya

Senin, 17 Mei 2010

SEMIFINAL LIGA CHAMPION : Ketika Kejeniusan Mourinho Mengalahkan Kegesitan Messi



Semifinal liga champion 2009/2010 memang telah usai bergulir, mempertemukan olimpique lyon (prancis) vs Bayern Muenchen (Jerman). Sedangkan di partai berikutnya, raksasa Italia Inter Milan harus menghentikan laju juara bertahan, Barcelona.

Menurut saya, partai yang menarik di sini adalah pertempuran I nerazzurri melawan Klub catalan itu. Ya, di mana Inter Milan dengan pertahanan khas catenaccio Italia mampu meredam serangan bertubi-tubi Barcelona (dalam hal penguasaan bola di leg kedua Inter kalah 20%-80%). Bahkan menurut M. Kusnaeni dalam acara Sport Club jumat,30/04/2010 mengatakan Inter Milan mampu mempraktekkan Catenaccio tanpa pemain yang turun dalam pertandingan an pelatih non Italia.

Selain karena sedang dalam perform terbaiknya, keduanya dihuni pemain terbaik dunia 2009, Lionel Messi (Barcelona) dan pelatih penuh kontroversi dengan segudang psywar ampuh, siapa lagi kalo bukan the special one, Jose Mourinho.

Tanpa mengecilkan yang lainnya, partai semifinal ini sesungguhnya pertempuran Mourinho dengan Messi. Kegesitan Messi yang selalu merepotkan tim lawan seperti saat membantai 4-0 Arsenal di Nou Camp, coba diredam dengan strategi Mourinho yang terkenal mempunyai taktik jitu.

Kita tahu pergerakan Messi amat sulit dideteksi pemain lawan. Khususnya pemain bertahan. Tak jarang Messi menciptakan gol dengan lebih dulu mengelabui beberapa pemain bertahan. Mereka harus jatuh bangun mengikuti pergerakan pemain asal Argentina itu. Tak jarang dia tiba-tiba muncul dari second line untuk menyambar dan menghasilkan gol. Inilah yang dicoba dipraktekkan Inter Milan saat menghadapi Barcelona.

Mourinho mencoba mematikan pergerakan Lionel Messi. Dan instruksi itu berhasil dipraktekkan anak asuhnya sehingga Messi mati kutu.

Jika kita cermati, selama ini Messi sering melakukan one two sendirian. Maksudnya adalah dia melewati pemain lawan dengan tendangan lemah, yang bertujuan melewati hadangan pemain dan bola itu diambil kembali-(berbeda dengan Christiano Ronaldo yang menggunakan dribbling-red).

Nah, teknik Messi itu saat menghadapi Inter Milan bisa dimatikan dengan “mengeroyok” sang bintang. Mourinho menugaskan pemainnya membaca arah bola dan menghadang pergerakannya. Jadi, menurut saya, ada dua opsi yang menjadi target Mourinho. Pertama, mampu menghadang Messi dengan Marking ataupun tackling. Kalaupun itu tidak berhasil, Mourinho berharap saat Messi lolos dari hadangan, bola sudah dikuasai pemain I Nerazzurri yang bertugas membaca bola.

Dalam dua pertandingan tersebut taktik itu berhasil sehingga membuat Messi frustasi..

Hasilnya Inter Milan mampu melenggang ke final pertama sejak 1972 setelah menang agregat 3-2. Anak asuh Mourinho itu berhasil menghempaskan 3-1 di kandang dan hanya kalah 0-1 saat tanndang ke Nou Camp..

1 komentar:

  1. kalo rumor kepindahan mourinho ke real madrid banar adanya maka persaingan diantara kedunya dipastikan lebih seru!!!

    BalasHapus