Daftar Blog Saya

Kamis, 27 Mei 2010

Nasib Temanku di hari buruh

muhamat fauzi namanya, biasa dipanggil ujik. dia salah satu teman terbaikku.. yang ingin q critakan tentang dia saat kejadian 1 Mei 2010 lalu. bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.. Ujik itu pas kontraknya habis di Panasonic-Pasuruan.. lha pikirku koq apes men ji ji nasibmu. gmana nggak apes, pas perayaan hari buruh malah nggak dikontrak kerja lagi.. nambahi bebannya pak SBY saja.. mikir century mumet malah mbok tambah-tambahi..hehe. bak e, q salah, beberapa hari berikutnya ada kabar menggembirakan, dia diangkat jadi pegawai tetap.. alhamdulillah, pikirku lagi, iso tak gawe utang2-an..

Perfecto Milito..

Diego Milito-Striker Inter Milan menunjukkan keakurasiannya dalam menceploskan bola pada laga Final Liga Champion 2009/2010 saat melawan bayern Muenchen.. gimana tidak akurat.. Inter menang 2-0, gol itu lahir dari kaki Diego Milito. Dari dua shot on target semuanya Gollll...!!!!

Final Piala FA

drama tiang gawang dan pinalty

kemenangan 1-0 chelsea atas poursmouth di Final FA 2010 diperoleh dengan susah payah.. tercatat di babak pertama sekitar 5 kali tembakan pemain2 chelsea membentur tiang dan mistar gawang..

juga dua tendangan pinalty kedua tim gagal dieksekusi dengan baik..

NegaraQ hampir juara

lagi2 kita harus mengelus dada melihat prestasi olahraga Indonesia tercinta. ketika menyaksikan Tim Uber Thomas untuk kesekian kali gagal merengkuh juara. seperti kita tahu, tim thomas kita trhadang oleh Tim China di final dan Uber di semifinal sudah terjengkang dengan lawan yang sama..lagi2 China. uh !!!
kalo gak semifinal ya final, ketemu china kalah lagi kalah lagi.. pasti bisa ditebak. mirip cerita sinetron saja.

kalo sepak bola juga gak mirip2 lah.. di ajang piala tiger kita paling banter sampek final..

tapi meski gitu Garuda tetap di dadaku.. yach biar sering dielus-elus setia kita HAMPIR JUARA..

Senin, 17 Mei 2010

SEMIFINAL LIGA CHAMPION : Ketika Kejeniusan Mourinho Mengalahkan Kegesitan Messi



Semifinal liga champion 2009/2010 memang telah usai bergulir, mempertemukan olimpique lyon (prancis) vs Bayern Muenchen (Jerman). Sedangkan di partai berikutnya, raksasa Italia Inter Milan harus menghentikan laju juara bertahan, Barcelona.

Menurut saya, partai yang menarik di sini adalah pertempuran I nerazzurri melawan Klub catalan itu. Ya, di mana Inter Milan dengan pertahanan khas catenaccio Italia mampu meredam serangan bertubi-tubi Barcelona (dalam hal penguasaan bola di leg kedua Inter kalah 20%-80%). Bahkan menurut M. Kusnaeni dalam acara Sport Club jumat,30/04/2010 mengatakan Inter Milan mampu mempraktekkan Catenaccio tanpa pemain yang turun dalam pertandingan an pelatih non Italia.

Selain karena sedang dalam perform terbaiknya, keduanya dihuni pemain terbaik dunia 2009, Lionel Messi (Barcelona) dan pelatih penuh kontroversi dengan segudang psywar ampuh, siapa lagi kalo bukan the special one, Jose Mourinho.

Tanpa mengecilkan yang lainnya, partai semifinal ini sesungguhnya pertempuran Mourinho dengan Messi. Kegesitan Messi yang selalu merepotkan tim lawan seperti saat membantai 4-0 Arsenal di Nou Camp, coba diredam dengan strategi Mourinho yang terkenal mempunyai taktik jitu.

Kita tahu pergerakan Messi amat sulit dideteksi pemain lawan. Khususnya pemain bertahan. Tak jarang Messi menciptakan gol dengan lebih dulu mengelabui beberapa pemain bertahan. Mereka harus jatuh bangun mengikuti pergerakan pemain asal Argentina itu. Tak jarang dia tiba-tiba muncul dari second line untuk menyambar dan menghasilkan gol. Inilah yang dicoba dipraktekkan Inter Milan saat menghadapi Barcelona.

Mourinho mencoba mematikan pergerakan Lionel Messi. Dan instruksi itu berhasil dipraktekkan anak asuhnya sehingga Messi mati kutu.

Jika kita cermati, selama ini Messi sering melakukan one two sendirian. Maksudnya adalah dia melewati pemain lawan dengan tendangan lemah, yang bertujuan melewati hadangan pemain dan bola itu diambil kembali-(berbeda dengan Christiano Ronaldo yang menggunakan dribbling-red).

Nah, teknik Messi itu saat menghadapi Inter Milan bisa dimatikan dengan “mengeroyok” sang bintang. Mourinho menugaskan pemainnya membaca arah bola dan menghadang pergerakannya. Jadi, menurut saya, ada dua opsi yang menjadi target Mourinho. Pertama, mampu menghadang Messi dengan Marking ataupun tackling. Kalaupun itu tidak berhasil, Mourinho berharap saat Messi lolos dari hadangan, bola sudah dikuasai pemain I Nerazzurri yang bertugas membaca bola.

Dalam dua pertandingan tersebut taktik itu berhasil sehingga membuat Messi frustasi..

Hasilnya Inter Milan mampu melenggang ke final pertama sejak 1972 setelah menang agregat 3-2. Anak asuh Mourinho itu berhasil menghempaskan 3-1 di kandang dan hanya kalah 0-1 saat tanndang ke Nou Camp..